HUKUM MEMAJANG FOTO DI RUNGAN


HUKUM MEMAJANG FOTO DI RUNGAN

Di dalam Islam ada dikenal sebuah istilah tashwir. Dalamnya tercakup lukisan dan patung. Tashwir tentang makhluk bernyawa hukumnya haram, harus diketahui pula yang namanya Foto bukanlah tashwir. Sebab foto merupakan tangkapan cahaya yang memantul, lalu ditangkap oleh kamera. Ini termasuk kedalam benda yang tidak ada dalil yang mengharamkannya.

Berdasarkan kaidah ushul fiqih: al-ashlu fil asyya’ alibahah ma lam yarid dalil at-tahrim yang artinya ” hukum asal sebuah benda adalah mubah/boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkannya” maka hukum foto adalah mubah(boleh)

Adapun memajang/memasang foto/lukisan/ gambar adalah sebagai berikut:

  1. memasang di tempatibadah seperti masjid, musholla, hukumnya Haram. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi Saw masuk ke ka’bah dan dihapuslah semua gambar yang ada didalamnya. Seruan Nabi tersebut adalah seruan tegas untuk ditinggalkan dan merupakan dalil diharamkannya.
  2. memasang di rumah, kantor, sekolah hukumnya makhruh. Dimana Aisyah menuturkan bahwa Nabi Saw pernah merobek gorden yang bergambar. Lalu dijadikannya sebagai bantal. Tentu bantal tersebut masih bergambar. Hal inilah yang menunjukkan bahwa memasang gambar boleh hanya saja, letaknya yang harus diperhatikan.

Hasan al Banjari

Komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s